Menurut Robbins dan Szaapoczick terdapat 3 P dalam pendekatan strategik yaitu:
1. Practical- melihat keunikan dalam suatu keluarga
2. Problem Focused- membentuk interaksi
3. Planned- fokus terhadap permasalahan klien untuk memilih intervensi yang tepat.
Menurut Halley terdapat tahapan dalam melaksanakan sesi dalam konseling keluarga strategik, yaitu
1. Social Stage adalah kesempatan untuk mengenal satu sama lain serta membuat anggota keluarga merasa nyaman.
2. Problem Stage. Pada tahap ini konselor dapat memulai dengan sharing secara singkat tentang masalah apa yang di alami klien.
3. Interaction Stage. Setelah konselor mendeskripsikan masalah yang di hadapi klien, maka konselor memaksa anggota keluarga untuk berinteraksi terkait dengan masalah yang mereka hadapi.
4. Goal Setting Stage. pada tahap ini konselor menanyakan apa yang menjadi keinginan dari klien, atau tujuan apa yang ingin dicapai.
5. Task Setting Stage. pada tahap ini konselor menentukan intervensi yang tepat untuk di berikan kepada klien.
Berikut adalah dua teknik yang di gunakan pada konseling.
1. Reframming, mengarahkan klien untuk mengubah pola berpikir yang selama ini mungkin membuat masalah yang ada tidak terselesaikan.
2. Directive. konselor mengarahkan klien dengan cara memberikan saran, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Teori dasar dari konseling keluarga strategik ini adalah: behaviour manusia adalah berinteraksi (berkomunikasi) jadi kebanyakan masalah yang di alami manusia yaitu pada kehidupan sosial nya yang mana sering terjadi kesalah pahaman yang pada akhirnya menimbulkan masalah.
Sumber: Http://www.csun.edu, Dosen, Teman. waakakkaakak!!
NEXT: Strategic family couns : MRI approach (Double Bind) (Feedback Loop)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar